MENINGKATKAN KUALITAS GURU PROFESIONAL PADA ABAD 21

Penulis : Airita Solehah

Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Jurusan Pendidikan Matematika- Semester VA

Menjadi seorang guru bukan perkara mudah. Terlebih ditengah arus teknologi yang semakin berkembang pesat. Guru merupakan teladan bagi anak muridnya. Guru merupakan panutan bagi anak muridnya. Menjadi seorang guru bukan hanya sekedar profesi yang memberikan ilmu dan mendapatkan gaji. Namun, seorang Guru harus memikirkan bagaimana cara mengimbangi pembelajaran di Abad 21 ini agar tidak ketinggalan zaman. Sehingga, dalam pembelajaran, siswa lebih tertarik dan tidak jenuh untuk belajar. Kemudian, bagaimana siswa tersebut bisa merasakan nyaman jika seorang guru tak memilki sikap profesionalisme. Selanjutnya, bagaimana seharusnya seorang guru yang profesional?.Banyak yang menjadi guru namun, sudahkah mereka profesional?.

Tugas dan peran guru bukan hanya memberikan ilmu pengetahuan, melainkan juga membentuk sikap dan karakter peserta didik sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dalam pasal 4 Undang-Undang No. 2 tahun 1989 yang berbunyi, “Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yakni manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan” dapat diwujudkan. Oleh karena itu, dibutuhkan guru professional untuk menyiapkan generasi abad 21.

Tantangan Menjadi Guru Profesional

Tantangan menjadi guru professional di abad21,Menurut Susanto (2010), yaitu :

  1. Teaching in multicultural society, mengajar di masyarakat yang memiliki beragam budaya dengan kompetensi multi bahasa.
  2. Teaching for the construction of meaning, mengajar untuk mengkonstruksi makna (konsep).
  3. Teaching for active learning, mengajar untuk pembelajaran aktif.
  4. Teaching and technology, mengajar dan teknologi.
  5. Teaching with new view about abilities, mengajar dengan pandangan baru mengenai kemampuan.
  6. Teaching and choice, mengajar dan pilihan.
  7. Teaching and accountability, mengajar dan akuntabilitas.

Guru yang mampu menghadapi tantangan tersebut adalah guru yang profesional yang memiliki kualifikasi akademik dan memiliki kompetensi-kompetensi antara lain:

  1. Kompetensi Profesional, yaitu guru harus menguasai struktur dan materi yang akan disampaikan. Serta pandai memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.
  2. Kompetensi Pedagogik, yaitu guru mampu merancang pembelajaran dan mengetahui gaya belajar siswa.
  3. Kompetensi Kepribadian, yaitu seorang guru memiliki sikap berakhlak yang mulia sehingga menjadi contoh dan panutan yang baik untuk anak muridnya. dan,-
  4. Kompetensi Sosial .yaitu guru mampu berkomunikasi dengan baik antara peserta didik dengan orang tua siswa.

Sistem Pendidikan di Indonesia saat ini lebih mengarah kepada karakter dan kebudaayan. Hal ini sejalan dengan kurikulum yang saat ini digunakan yaitu kurikulum 2013 yang didalamnya memuat pembelajaran abad 21, yaitu :

  1. Kemampuan Berpikir Kritis (Critical Thingking Skill). Seorang siswa dituntut untuk berpikir kritis dalam setiap pembelajaran. Namun, faktanya seorang guru masih merasa risih jika ada seorang murid yang berpikir kritis dan banyak bertanya. Seharusnya guru yang professional adalah guru yang mampu membuat anak murid berpikir kritis. Misalnya dengan model pembelajaran projek sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu siswa.
  2. Kreativitas (Creativitas). Guru memilki kreativitas agar anak-anak muridnya pun ikut kreatif. Peran seorang guru professional adalah memfasilitasi anak muridnya agar berpikir kreatif dalam segala bidang. Guru harus bisa membuat Rencana Pembelajaran (RPP) agar dalam pembelajaran lebih fokus dan terarah.
  3. Komunikasi (Communication). Komunikasi dalam pembelajaran sangat penting. Komunikasi yang baik adalah komunikasi dua arah antara siswa dengan guru. Pembelajaran abad 21 ini seorang guru yang professional harus mampu memberikan ruang kepada anak muridnya agar pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik.
  4. Kolaboratif (Kollaborative). Seorang guru yang professional harus mampu bersosialisai dan bertanggung jawab dalam pembelajaran terutama di abad 21 ini.

Menjadi Guru Yang Profesional di Abad 21

Menurut Tilaar (1998) Menjadi seorang guru yang professional di abad 21 ini harus memilki ciri-ciri:

  1. Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang.
  2. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik.
  3. Memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat
  4. Sikap profesionalnya berkembang secara berkesinambungan.
  5. Menguasai subjek (kandungankurikulum).
  6. Mahir dan berketrampilan dalam pedagogi (pengajaran&pembelajaran).
  7. Memahami perkembangan murid-murid dan menyayangi mereka.
  8. Memahami psikologi pembelajaran (cognitive psychology).
  9. Memiliki kemahiran konseling.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa menjadi guru yang professional harus memiliki sikap yang berkarakter, mahir dalam segala kompetensi baik kompetensi professional, kompetensi pedagogi, kompetensi kepribadian,serta kompetensisocial. Sehingga melahirkan para generasi yang cerdas dan kompeten dalam menghadapi era globalisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *